tante rita bokong semok

Tante Rita si "Bokong Semok"
si bokong semok

cerita sex komsumsi khusus pepbaca dewasa. Pengalaman ini kúalami kúrang lebih 2 tahún yang lalú. Saya ialah seorang siswa SMú swasta di sesúatú kota X, nama saya ialah Endy dan saya waktú ini mempúnyai úmúr 18 tahún. Saya mempúnyai súatú kebiasaan úntúk melakúkan onani, yah múngkin satú kali úntúk satú hari. Saya mempúnyai seorang kawan, dia ialah kawan saya yang terbaik. Gara-gara hampir setiap hari kami senantiasa sering main ke rúmahnya dan súdah pasti, saya sering bertemú mamanya. Dapat dikatakan mamanya waktú ini kira-kira berúsia 36 tahún, tetapi túbúhnya terlihat bagaikan seorang gadis yang berúsia 20 tahúnan. Yah montok dan padat sekali dan saya memanggil mamanya Tante Rita. súdah pasti saya sering melakúkan onani menghayalkan mama kawankú ini. Súatú hari, kami kawan-kawan sekolah lainnya akan melaksanakan pesta barbeqúe dan tempat kami berkúmpúl ialah rúmah dari kawankú ini. gara-gara masih menanti kawan kami yang belúm hadir, maka saya bermain di rúmah kawankú ini permainan dadú yang lainnya. Múngkin gara-gara nasib baik saya melempar dadúnya terlalú kúat, maka dadú itú jatúh ke arah kamar mama kawankú. Lalú malas dan ogah-ogahan, saya bangkit úntúk mengambil dadúnya. Tetapi waktú akan mengambil dadúnya, saya melihat súatú panorama yang bikin saya amat terangsang. Saya melihat Tante Rita cúma memakai celana dalamnya saja, terlihat BOKONG SEMOK tente rita, kemalúan saya terbangún dan saya langsúng berjalan kelúar sambil berúsaha, menenangkan diri. Sambil bermain dadú kembali, saya menghayalkan bentúk túbúh Tante Rita yang bikinkú amat terangsang, Tetapi manakala kemúdian, Tante Rita kelúar dari kamarnya. serempak, kami memanggilnya dengan panggilan Tante, tetapi saya tidak berani úntúk menatapnya, yah múngkin gara-gara saya malú dan agak sedikit takút mengingat kejadian tadi. Gara-gara kawankú súdah memanggil, maka kami menyúdahi permainan dadú kami dan kami múlai bergerak ke lúar rúmah, saya melihat Tante Rita sedang berdiri sambil memandang ke arahkú, lalú dia menyúrúhkú úntúk menemaninya ke rúmahnya yang lain úntúk sekedar mengambil barang. Gúgúp saya memberikan jawaban “Ya” Lalú Tante Rita mengambil kúnci rúmahnya dan kami pún berangkat. Sambil mengikútinya dari belakang, saya memperhatikan goyangan pinggúlnya dan súdah pasti waktú ini saya súdah amat ingin melakúkan mastúrbasi, tetapi gara-gara balúm memiliki pelúang, maka saya diam saja sambil menghayalkan sedang bersetúbúh Tante Rita. Sesampainya di rúmah tersebút, saya melihat rúmah tersebút súdah lama tidak dihúni, múngkin saja gara-gara Tante Rita barú saja pindah ke rúmah barú. Kemúdian kami pún masúk didalam. hati-hati saya memperhatikan sekeliling rúmah tersebút. Memang agak berdebú tetapi masih terlihat kalaú rúmah tersebút rapi. Sesampainya di rúang tengah rúmah tersebút, Tante Rita menanya padakú, “Apa yang kamú lihat waktú kamú mengambil dadú yang terjatúh itú tadi..?” terkejút saya memberikan jawaban, “Saya tidak melihat apa-apa, Tante..” Lalú Tante Rita berkata, “Kamú jangan bohong, nanti saya laporkan bahwa kamú berbúat yang tidak senonoh pada Tante..” terbata-bata, saya memberikan jawaban bahwa saya melihat Tante sedang ganti bajú, tetapi saya tidak melihatnya jelas.
bokong
  Lalú Tante Rita menanya lagi, “Apakah kamú ingin melihatnya sekali lagi..?” Seperti mendapat dúrian rúntúh, maka saya memberikan jawaban, “Kalo Tante Rita mengijinkan, saya maú Tante.” Tante Rita diam, lalú dia menyúrúh saya úntúk mendekat. Hati-hati, maka saya mendekat. Tante Rita menarik tangan saya dan menciúm bibir saya. súdah pasti saya balas ciúman kembali, namún ke-2 tangan saya diam saja gara-gara sesúnggúhnya saya dalam sitúasi yang amat tegang. tidak sama júga tangan Tante Rita, tangannya múlai memegang kejantanan saya dan satúnya lagi múlai meremas pantat saya. Kemúdian Tante Rita múlai membuka reslúiting celana saya dan múlai mengocok kemalúan saya. Saya merasakan kenikmatan gara-gara tangan Tante Rita yang amat lembút. Gara-gara terbawa perasaan nikmatnya, mata saya múlai tertútúp dan múlai menikmati permainan Tante Rita. Tante Rita menghentikan permainannya, súdah pasti hal ini bikin saya keheranan. Lalu saya mulai berani menatapnya dan saya bertanya kepadanya, "Tante, bolehkah saya memegang payudara Tante..?"
bokong semok